Pendekatan Individual, Fasilitas Khusus, Dukungan Psikologis, Pelatihan Keterampilan Hidup, Integrasi Sosial, Pelatihan Sosial, dll.

Kegiatan Pesantren Ekologi digelar di SLB Cimareme dengan mengusung tema “Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin.” Kegiatan ini berlangsung selama lebih dari dua pekan, mulai 27 Februari hingga 13 Maret 2026. Program ini menjadi upaya menanamkan nilai keagamaan sekaligus kepedulian lingkungan kepada peserta didik secara terpadu. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, tetapi juga pada pembentukan karakter melalui program Tujuh Pembiasaan Anak Indonesia Hebat.
Beberapa pembiasaan yang diterapkan di antaranya Poe Ibu, Rantang Kanyaah, Aksi Ekologi, serta Wakaf Al-Qur’an. Program Poe Ibu dalam kegiatan ini dimaknai sebagai sapoe sarebu, yakni gerakan menabung atau bersedekah sebesar seribu rupiah setiap hari guna menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial sejak dini. Sementara itu, Rantang Kanyaah mengajarkan nilai berbagi melalui kegiatan pemberian makanan kepada sesama yang membutuhkan. Adapun Aksi Ekologi diwujudkan melalui kegiatan pelestarian lingkungan seperti pengelolaan sampah dan penghijauan, yang melibatkan peserta didik secara langsung.
Selain itu, program Wakaf Al-Qur’an turut memperkuat nilai spiritual melalui gerakan berbagi kitab suci kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Seluruh rangkaian kegiatan ini selaras dengan konsep Gapura Pancawaluya yang menekankan pembentukan manusia yang sehat lahir dan batin, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Melalui pendekatan ini, diharapkan peserta didik dapat tumbuh menjadi “Manusia Waluya” yang membawa kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.
Pelaksanaan kegiatan di SLB Cimareme juga mencerminkan semangat inklusivitas, dengan melibatkan peserta didik berkebutuhan khusus secara aktif dalam setiap kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan lingkungan dapat diterapkan secara menyeluruh tanpa batas. Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak positif dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Rahmatan Lil Alamin dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, program Pesantren Ekologi berbasis nilai Gapura Pancawaluya dan pembiasaan positif ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya.


KEPALA SEKOLAH

KURIKULUM

BENDAHARA

KESISWAAN